Senin, 13 Desember 2010
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYEMBUHAN LUKA
1. Usia
Semakin tua seseorang maka akan menurunkan kemampuan penyembuhan jaringan
2. Infeksi
Infeksi tidak hanya menghambat proses penyembuhan luka tetapi dapat juga menyebabkan kerusakan pada jaringan sel penunjang, sehingga akan menambah ukuran dari luka itu sendiri, baik panjang maupun kedalaman luka.
3. Hipovolemia
Kurangnya volume darah akan mengakibatkan vasokonstriksi dan menurunnya ketersediaan oksigen dan nutrisi untuk penyembuhan luka.
4. Hematoma
Hematoma merupakan bekuan darah. Seringkali darah pada luka secara bertahap diabsorbsi oleh tubuh masuk kedalam sirkulasi. Tetapi jika terdapat bekuan yang besar hal tersebut memerlukan waktu untuk dapat diabsorbsi tubuh, sehingga menghambat proses penyembuhan luka.
5. Benda asing
Benda asing seperti pasir atau mikroorganisme akan menyebabkan terbentuknya suatu abses sebelum benda tersebut diangkat. Abses ini timbul dari serum, fibrin, jaringan sel mati dan lekosit (sel darah merah), yang membentuk suatu cairan yang kental yang disebut dengan nanah (“Pus”).
6. Iskemia
Iskemi merupakan suatu keadaan dimana terdapat penurunan suplai darah pada bagian tubuh akibat dari obstruksi dari aliran darah. Hal ini dapat terjadi akibat dari balutan pada luka terlalu ketat. Dapat juga terjadi akibat faktor internal yaitu adanya obstruksi pada pembuluh darah itu sendiri.
7. Diabetes
Hambatan terhadap sekresi insulin akan mengakibatkan peningkatan gula darah, nutrisi tidak dapat masuk ke dalam sel. Akibat hal tersebut juga akan terjadi penurunan protein-kalori tubuh.
8. Pengobatan
· Steroid : akan menurunkan mekanisme peradangan normal tubuh terhadap cedera
· Antikoagulan : mengakibatkan perdarahan
· Antibiotik : efektif diberikan segera sebelum pembedahan untuk bakteri penyebab kontaminasi yang spesifik. Jika diberikan setelah luka pembedahan tertutup, tidak akan efektif akibat koagulasi intravaskular.
MACAM-MACAM LUKA DAN PERTOLONGANNYA

Definisi
Kerusakan/ terputusnya kontinuitas dari suatu jaringanMacam – macam Luka
- Luka lecet
- Luka memar
- Luka iris
- Luka robek
- Luka tusuk
- Luka tembak
Dasar Pertolongan
1. Menghentikan perdarahan
2. Mencegah terjadinya infeksi
3. Mencegah kerusakan jaringan lebih parah
4. Mempergunakan cara – cara pertolongan agar penyembuhan lebih cepat
A. Luka Lecet
Terkelupasnya permukaan kulit akibat pergesekan dengan benda keras dan kasar
Tindakan
o Bersihkan dengan air atau obat anti septik
o Tutup luka
o Bila luas beri Antibiotika, Anti Tetanus Serum (ATS) (Dokter/Rumah Sakit)
B. Luka Memar
Kerusakan jaringan di bawah kulit akibat pukulan benda tumpul, tanpa kerusakan yang berarti di permukaan kulit
Tanda : membiru dan membengkak
Tindakan
o Kompres dengan air dingin/es
o Bila bengkak beri zalf lasonil/ trombopob
C. Luka Iris
Luka yang ditimbulkan oleh irisan benda yang bertepi tajam
Tanda :
o Bentuk luka memanjang
o Tepi luka merupakan garis lurus
o Jaringan sekitar luka tidak rusak
Tindakan
o Bersihkan luka dengan air/ antiseptik
o Pada luka iris yang pendek dan dangkal, tempelkan plaster (plaster kupu – kupu)
D. Luka Robek
Luka yang ditimbulkan oleh goresan benda yang tidak terlalu tajam
Tanda
o Tepi luka tidak teratur
o Jaringan sekitar luka rusak
o Tindakan pada umumnya memerlukan jahitan (Dokter/Rumah Sakit)
Pertolongan
o Bersihkan sekitar luka dengan cairan anti septik
o Bersihkan bagian dalam luka dengan H2O2
o Tutup luka dengan sufratule dan kasa steril, bila tidak ada cukup tutup dengan kain yang bersih
o Balut yang agak menekan
o Berikan antibiotik, ATS (Dokter/Rumah Sakit)
E. Luka Tusuk
Luka yang ditimbulkan oleh tusukan benda berujung runcing
Tanda
o Mulut luka lebih sempit daripada dalamnya
o Tepi luka ikut terdorong kedalam luka
Bahaya infeksi dan tetanus lebih besar
Letak luka harus diperhatikan, misalnya : di daerah jantung akan menimbulkan kematian lebih cepat.
1. Luka tusuk di Dada
Bila tidak mengenai jantung dapat menembus hingga paru – paru sehingga menimbulkan perdarahan dalam rongga paru – paru dan udara masuk ke dalam rongga paru – paru sehingga paru – paru pada sisi yang sakit akan mengempis
Tanda
Kesakitan waktu bernafas
Mendadak sesak
Gerakan iga di sisi yang luka berkurang
Tindakan
Tutup luka dengan kasa steril yang dibasahi cairan steril
Balut luka dengan plester (kedap udara)
Bersihkan saluran pernafasan
Beri obat pengurang rasa sakit
Bawa ke RS terdekat
2. Luka Tusuk di Perut
Tindakan
Bersihkan sekitar luka dengan antiseptik
Tutup luka dengan kasa steril yang agak tebal dan sudah dibasahi cairan steril
Balut yang menekan
Bila usus terlihat keluar jangan dimasukkan
Bila pisau belum tercabut biarkan saja segera bawa ke RS
3. Luka Tusuk di Anggota Badan
Tindakan
Bersihkan luka dengan antiseptik
Bila luka dalam bersihkan dengan H2O2
Tutup luka dengan kasa steril
Balut yang menekan
Beri antibiotik, ATS (Dokter/Rumah Sakit)
F. Luka Tembak
Bentuknya antara luka tusuk dengan luka robek. Pada luka tembak ini harus dicari tempat keluarnya peluru. Bila tidak ditemukan kemungkinan peluru tertinggal di dalam tubuh.
Pada pinggir luka tempat peluru masuk sering terdapat jeluga biru panasnya peluru
Tindakan
o Bersihkan sekitar luka
o Tutup luka
o Kirim RS
Pada setiap luka yang sudah terinfeksi akan timbul peradangan yang disusul pernanahan.
Tindakan pada luka infeksi
o Bersihkan luka dan sekitarnya dengan antiseptik
o Keluarkan kotoran/ pus dalam luka dengan cara menekan dari pinggir luka kearah tengah
o Setelah kotoran terkumpul dibagian tengah luka bersihkan daerah luka dengan antiseptik dan H202
o Berikan kompres Revanol 5x sehari
o Bila luka sudah agak mengering berikan zalf antibiotik
o Sebaiknya diberikan obat : anti biotik dan pengurang rasa sakit
Indikasi suntikan ATS (Anti Tetanus Serum)
o Luka – luka yang luas
o Luka di leher dan muka
o Luka tusuk dan gigitan binatang yang cukup dalam
o Ada gejala – gejala terkena tetanus
o Luka yang terlambat mendapat perawatan
o Luka tembak yang sudah disertai jaringan mati.
Minggu, 12 Desember 2010
Gunung Merbabu / Mount Merbabu

Gunung Merbabu adalah gunung api yang bertipe Strato (lihat Gunung Berapi) yang terletak secara geografis pada 7,5° LS dan 110,4° BT. Secara administratif gunung ini berada di wilayah Kabupaten Magelang di lereng sebelah barat dan Kabupaten Boyolali di lereng sebelah timur, Propinsi Jawa Tengah.
Gunung ini pernah meletus pada tahun 1560 dan 1797. Dilaporkan juga pada tahun 1570 pernah meletus, akan tetapi belum dilakukan konfirmasi dan penelitian lebih lanjut. Puncak gunung Merbabu berada pada ketinggian 3.145 meter di atas permukaan air laut.
Gunung Merbabu cukup populer sebagai ajang kegiatan pendakian. Medannya tidak terlalu berat namun potensi bahaya yang harus diperhatikan pendaki adalah udara dingin, kabut tebal, hutan yang lebat namun homogen (hutan tumbuhan runjung, yang tidak cukup mendukung sarana bertahan hidup atau survival), serta ketiadaan sumber air. Penghormatan terhadap tradisi warga setempat juga perlu menjadi pertimbangan.
Gunung Merbabu memiliki 3 tipe ekosistem hutan, yaitu : ekosistem hutan hujan tropis musim pengunungan bawah (1.000 - 1.500 m dpl), ekosistem hutan hujan tropis musim pegunungan tinggi (1.500 - 2.400 m dpl), dan ekosistem hutan tropis musim sub-alpin (2.400 - 3.142 m dpl).
Jalur Pendakian Merbabu
1. Jalur Pendakian Chuntel
Jalur pendakian ini terletak di Dusun Chuntel Desa Kopeng Kecamatan Getasan. Jalur ini adalah jalur yang cukup ramai karena mudah dijangkau dari kota Salatiga, Semarang dan Magelang. Rata-rata dilalui oleh 80 pendaki setiap bulan, dan di musim liburan mencapai 600 pendaki.
Sarana dan prasarana di Jalur Pendakian Chuntel meliputi: base camp di rumah penduduk dan jalur pendakian berupa jalan tanah dengan beberapa penunjuk arah.
Jarak dan waktu tempuh :
- Basecamp - Pos Bayangan I = 1 km (20menit)
- Pos Bayangan I - Pos Bayangan II = 1 km (30menit)
- Pos Bayangan II - Pos I = 456 m (20menit)
- Pos I - Pos II = 527 m (30menit)
- Pos II - Pos III = 506 m (30menit)
- Pos III - Pos IV = 1389 m (90menit)
- Pos IV - Persimpangan = 1 km (60menit)
- Persimpangan - Pnck.Sarip = 200 m (15menit)
- Persimpangan - Pnck.Kenteng Songo = 450 m (30menit)
standar yang dipakai adalah standar pendaki pada umumnya.
Obyek menarik :
Pos Pemancar atau sering juga di sebut gunung Watu Tulis berada di ketinggian 2.896 mdpl. Di puncaknya terdapat stasiun pemancar relay. Di Pos ini banyak terdapat batu-batu besar sehingga dapat digunakan untuk berlindung dari angin kencang. Namun angin kencang kadang datang dari bawah membawa debu-debu yang beterbangan.
Dari lokasi ini pemandangan ke arah bawah sangat indah, tampak di kejauhan Gunung Sumbing dan Gunung Sundoro, tampak Gunung Ungaran di belakang Gunung Telomoyo.
2. Jalur Pendakian Wekas
Wekas merupakan jalur pendakian yang ramai, karena aksesibilitasnya mudah dijangkau dari kota Magelang dan Yogyakarta. Rata-rata dilalui oleh 70 pendaki setiap bulannya, di musim liburan mencapai 500 pendaki.
Sarana dan prasarana di Jalur Pendakian Wekas meliputi base camp di rumah penduduk dan jalur pendakian berupa jalan tanah dengan beberapa penunjuk arah.
3. Jalur Pendakian Selo
Jalur pendakian ini terletak di Dusun Tarubatang Desa Selo Kecamatan Selo. Seperti Chuntel, jalur Selo juga cukup ramai karena mudah dijangkau dari kota Solo, Boyolali, Muntilan, dan sekitarnya. Rata-rata dilalui oleh 50 orang pendaki setiap bulannya, dan di musim liburan/event khusus mencapai 300 pendaki.
Sarana dan prasarana di jalur Selo meliputi base camp di rumah penduduk, pos retribusi pendakian, dan jalur pendakian berupa tanah dengan beberapa penunjuk arah.
4. Jalur Pendakian Candisari
Jalur Candisari terlelak di Dusun Candilaras Desa Candisari Kecamatan Ampel. Jalur ini biasanya dilalui oleh para peziarah, kurang ramai dengan rata-rata pendaki 8 orang setiap bulan dan pada musim libur/event khusus mencapai 50 pendaki.
Sarana dan prasarana di Jalur Pendakian Candisari meliputi base camp di rumah penduduk dan jalur pendakian berupa jalan tanah dengan beberapa penunjuk arah.
5. Jalur Pendakian Tekelan
Tekelan merupakan jalur pendakian ramai, karena mudah dijangkau dari kota Salatiga, Semarang, dan Magelang. Rata-rata dilalui oleh 60 pendaki setiap bulan, di musim liburan mencapai 500 pendaki. (fireman)

